Senin, 12 November 2012

DATA, SASD, DASD (Batch processing, Online processing dan Real time)



Kata data berarti kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, Bila dilihat dari menurut asal sumbernya, data dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu data primer dan data sekunder.  Sehingga setiap penelitan pasti memerlukan data sebagai bahan analisa.
  1. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer disebut juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk mendapatkan data primer, peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain observasi, wawancara, diskusi terfokus (focus grup discussion – FGD) dan penyebaran kuesioner.
  2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan lain-lain.
Pemahaman terhadap kedua jenis data di atas diperlukan sebagai landasan dalam menentukan teknik serta langkah-langkah pengumpulan data penelitian.
Secara umum penggolangan data erat kaitannya dengan proses pengolahan data. Untuk membedakan bentuk – bentuk data terlebih dahulu dan masa kini, kita akan membagi cara pandang ‘data’ berdasarkan metode dalam pengolahan data, antara lain :
a.       Batch processing
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses. Namun sangat tidak efisien.
Batch processing adalah pelaksanaan dari serangkaian program (” pekerjaan “) pada komputer tanpa intervensi manual. Jobs ditetapkan sehingga mereka dapat dijalankan sampai selesai tanpa intervensi manual, sehingga semua data input yang terpilih melalui script atau parameter baris perintah . Hal ini berbeda dengan “online” atau program interaktif yang meminta pengguna untuk input tersebut. batch processing. Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan. Berikut ini adalah beberapa prinsip kunci, pedoman, dan pertimbangan-pertimbangan umum untuk mempertimbangkan ketika membangun sebuah solusi batch. Sebuah arsitektur batch biasanya mempengaruhi arsitektur secara on-line dan sebaliknya. Desain dengan kedua arsitektur dan lingkungan dalam pikiran dengan menggunakan blok bangunan umum bila memungkinkan. Menyederhanakan sebanyak mungkin dan menghindari bangunan struktur logis kompleks dalam aplikasi batch tunggal.
Menurut Sulianata (2010) Batch processing disebut pula sebagai pengolahan tumpukan / metode pengolahan periodic atau pengolahan tertunda (delay process)
Batch processing memiliki pengertian proses pengolahan terhadap data yang dikumpulkan atau ditumpuk terlebih dahulu selama beberapa periode yang dikelola sekaligus. Metode pemrosesan ini digunakan dalam mengenai bentuk – bentuk awal data.
     Ciri – ciri dari Batch processing yaitu adanya periode waktu antara satu pengolahan dengan pengolahan berikut. Lama proses bergantung pada volume transaksi, jumlah batch yang diinginkan dan kapasitas pengolahan.
Kapasitas pengolahan ini mencakup :
1.      Card Reader yang memiliki kecepatan baca kartu, misalnya 72 character per menitnya.
2.      Card Punch atau alat pelubang kartu yang memiliki kemampuan 100 karakter per menitnya.

Ada enam tahap yang harus dilalui pada batch processing, seperti :
1.      Conversion atau konversi
2.      Edit atau koreksi
3.      Sorting atau pengurutan
4.      File maintenance atau pemeliharaan file
5.      File extraction atau pengutip atau cuplikan
6.      Report generator atau membuat laporan

b.      Pengolahan data langsung (online processing)
Online Processing merupakan metodologi untuk memberikan pengguna akhir dengan akses ke sejumlah besar data secara intuitif dan cepat untuk membantu dengan pemotongan berdasarkan penalaran investigasi. (Wikipedia) Perkembangan teknologi informasi yang paling berkembang di masyarakat saat ini adalah teknologi jaringan internet. Kebutuhan masyarakat akan informasi pun terjawab dengan adanya teknologi jaringan internet yang bisa memenuhi kebutuhan akan informasi dengan cepat. Masyarakat dari berbagai kalangan pun sudah tak asing lagi dengan teknologi jaringan internet ini.
Online Processing adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk.
contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

c.       Real Time : Penjadwalan waktu nyata adalah suatu system penjadwalan yang memiliki batasan waktu/deadline. mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus Pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batas waktu yang ditentukan.

Contohnya termasuk pemrosesan telemetri roket, aplikasi militer banyak, sistem penerbangan, dan otomasi industri dan sistem kontrol. Misalnya, jika terjadi kesalahan di pabrik, sistem real-time harus mampu mendeteksi situasi dan melakukan beberapa tindakan, seperti memberitahu operator atau mematikan bidang masalah, dalam waktu beberapa detik.
Dua model system real time :
v   Hard real time: system harus menyelesaikan tugas dalam waktu yang ditentukan,jika tidak maka akan gagal.
Contoh:  Alat pacu jantung. System harus bisa memacu detak jantung , ketika detak jantung terlihat lemah.
v  Soft real time: Mendahulukan proses dengan waktu nyata/real time daripada yang tidak dengan waktu nyata.
Contoh: linux

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Batch_processing
http://en.wikipedia.org/wiki/Data
http://ichnurezha.wordpress.com/2011/03/04/perbedaan-batch-processing-dan-online-processing/
E.S Margianti, D. Suryadi H.S, Sistem Informasi Manajemen, Gunadarma, 1994
http://jamil15.wordpress.com/2011/10/
http://zonaekis.com/konsep-data-dan-informasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar